Selasa, 20 Januari 2015

Moody No More


Sewaktu kecil, aku kepengen banget jadi dokter karena bisa menolong orang lain, keren!

Tapi suratan takdir berbeda, selepas SMA gak berhasil lolos masuk Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Negeri membuat aku banting setir masuk Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi Swasta.Namun keingintahuan mengenai dunia medis membuat aku selalu membaca segala sesuatu yang bersifat kesehatan.

Puluhan tahun lalu dari majalah aku tahu bahwa makan buah itu harus sebelum makan makanan berat bukan kebalikannya. Itu menandakan bahwa segala sesuatu di alam ini sudah berlaku dari jaman dahulu hanya pada kenyataannya kita cenderung mengabaikannya.

Baru beberapa hari aku belajar Tapas Accupressure Technique dari Mas Reza Gunawan, via whatsapp, aku ditawari Teh Ninit Yunita untuk mengikuti workshop "Moody-No-More With Bach Flower Remedies" dan aku mengiyakannya! 
Saat itu aku kegirangan karena gak cuma akan ketemu mentor tapi juga istrinya yang kece badai, Teteh Iii , double yay!
Keinginan untuk terus belajar self healing dikarenakan aku mau selalu sehat agar dapat membantu suami, anak dan keluarga menjalani kehidupan ini :)

Aku sudah tahu Bach Flower Remedies walaupun baru memakai Bach Rescue Cream dari komunitas kesayangan, The Urban Mama (please click here). Namun karena aku emang anaknya kepo maksimal, jadi langsung cus meluncur ke Treeangelo Coffee saat itu.

Tanpa harus menunggu lama, acara pun dimulai. Teteh Iii alias Dee Lestari bercerita awal perkenalannya dengan Bach Rescue Remedy saat kehamilan keduanya.

Bach Rescue Remedy ditemukan oleh dr. Edward Bach, yang terdiri atas 7 kelompok dengan 38 remedi bunga dengan fungsi-fungsi yang berbeda. 


He found that when he treated the personalities and feelings of his patients their unhappiness and physical distress would be alleviated naturally as the healing potential in their bodies was unblocked and allowed to work once more. (sumber: Bach Centre)

Bach Rescue Remedy ini bisa dikonsumsi oleh siapa pun, aman untuk ibu hamil dan bayi.




Sebagai seorang perempuan yang memiliki banyak peran, workshop Moody No More with Bach Rescue Remedy ini membantu aku memahami diri sendiri dengan lebih baik lagi :)


@HoneyJT

Jumat, 09 Januari 2015

A (Brand) New Year



Happy New Year everyone!

I supposed to write this post on January 1st 2015, but better late than never rite?

I would like to start with my achievements in 2014, and here are the lists:

Self Healing and Met Reza Gunawaan-Dee Lestari in person
I really thankful to universe that I am able to learn self healing and met my muses, pak dukun Reza Gunawan and ibu suri Dee Lestari.

To learn more about self healing, please click here.

Singapore-Johor Baru Trip with Families
I never travelled to Singapore or Johor Bahru before, so it was a challenging trip! I was happy that I can see my families smilling faces :)
(Please click here) Trip to Singapore
(Please click here) Trip to Johor Bahru

Stand On Right Side
One of my collague suspected not doing his job right by the owner of where I work now. So, based on my experiences handling this kind of problem, I provided all the supporting data to show that my collague is doing his job full heartedly!
And God is gracious that He gave me this verse before I faced the owner to tell the truth.



Joined Komite Rekruitmen X Pengajar Muda
I have always wanted to contribute in Indonesia Mengajar and finally that opportunity come!
Do you like to know what Indonesia Mengajar is? (Please click here)

Anlene Fun Run 5K
One day, my theurbanmama fellow named Siska Knoch texted me and asked whether I want to join Anlene Fun Run 5K or not and I said "YES!"
So, this is my first 5K, can't wait to have another Fun Run! Bring it on universe!

Visiting my mom on National Mother's Day
I really grateful that I can manage to visited my mom on Mother's Day and I made a video for her :) (please click here)

Buying more stocks
I learned to become a trader so I can have my pension early or maybe build my own business *crossing fingers*

Win many prizes
In 2014, I win so many prizes. You can read my other blog which I dedicated to thank them all for giving me that big opportunities! Please click here

I am forever grateful for what happened in 2014!

Early this year, one of my collague is resigned. So, this year will be another challenge for me!

Will I make it?

@HoneyJT

Rabu, 10 Desember 2014

A Good Family

Time flies!
It has been 8 years of marriage and we still counting :)

Husband is not a very romantic person, but yes, he gave little surprise which I consider good, because you don't flaunt the romanticism :)

I have planned a movie date, but in 24 hours I have a meeting which unfortunately cancelled and yeay, we can go for a movie date!

The movie this time will be 7Hari/24Jam, as Dian Sastro's big fan it is mandatory to watch it :D


Last Disas movie that I watched with future husband is Banyu Biru which makes him feel confused HAHAHA

Long story short, we bumped into one scene... when Lukman Sardi as Tyo asking Disas as Tania what is her reason to marry him.

And we also keep asking ourself why are we marrying each other.....

I come out with one reason, I marry husband because, he didn't changed me, he didn't asked me to choose between career or family and he loves me for my imperfection! *oh, there are so many reason why I marry him*

In the middle of the movie, husband whatsapp me this:

and we very agree that "The foundation of Everything is A Good Family" - Tania, 7/24

Happy 8nniversary abank *smooch*

@HoneyJT

Kamis, 27 November 2014

K A R M A does Exist!

Years ago, I get annoyed by some people.

I just asking about rundown of an event but they end up (like) bullying me.

At that time, I felt like I wanna quit from that community.

A community should make you more happy, as my friend said.

Untill I found this quote. 



I think this quote is scary, whoever person that make this quote is really having a bad situation.

It feels like you are cursing someone that mean to you.

As Christian, I have been taught to bless my enemy... which is very hard to do!

I  am only human, by the way.....

I am mad at that time but I speak forgiveness and now I am free!

Talking about KARMA, it does exist.

A, borrowing the community money without permission. 

B, pregnant before marriage and now I heard from someone that she is in the middle of  broken marriage.

This is so sad, but that's karma.

So, I learn from that experience to hold the tongue and speak wisely!

Let's be kind to others :)

@HoneyJT

Sabtu, 08 November 2014

[3 Little Angels] Coffee Talk


Beberapa waktu lalu, dunia pendidikan Indonesia gempar oleh berita seorang siswa SMP asal Klaten yang mengakhiri nyawanya dengan cara menggantung diri dikarenakan paranoia akut terhadap Ujian Nasional (UN).

Berbekal kejadian tersebut, kami berinisiatif  mengadakan obrolan seputar kesehatan anak. Acara Coffee Talk “Mendeteksi Depresi Pada Anak Sejak Dini” diadakan pada Jumat, 12 September 2014 bertempat di Cali Deli CafĂ© dengan dr. Herbowo A.F Soetomenggolo, SpA dan dr. Monika Joy Reverger, Sp KJ sebagai narasumber.

Acara dimulai oleh Greaty selaku MC dan moderator dan dilanjutkan dengan berita terbaru dari komunitas 3 Little Angels.


Angel’s Heart online campaign, Garage Sale, #NgertiGizi dan #CoffeeTalk_3LA merupakan beberapa kegiatan fund raising yang telah dilakukan oleh kami.


Gangguan depresi sering terjadi pada anak dan remaja yang dapat menyebabkan masalah psikososial bahkan kasus terburuk, bunuh diri. Risiko gangguan depresi pada anak memiliki persentase yang lebih besar kepada anak laki-laki sedangkan pada remaja, memiliki persentase yang lebih besar kepada remaja putri, ujar dr. Herbowo A. F Soetomenggolo selaku sekretaris unit kerja saraf anak di IDAI, Jakarta.



Deteksi awal gangguan depresi pada anak dapat dilakukan dengan menggunakan Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME). Apabila terdapat satu saja gangguan yang dialami anak, maka orangtua dan anak sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Sambil mendengarkan penjelasan dari narasumber, undangan yang hadir menikmati cemilan dan kopi yang nikmat dari Giyanti Coffee Roastery.


Lalu, bagaimana kalau di sekitar kita ada yang mengalami gangguan depresi? Dr. Monika Joy Reverger, Sp KJ menjelaskan bahwa penanganan depresi pada anak bergantung pada derajat keparahan, usia anak, masalah yang ada hingga motivasi pasien dan keluarga untuk sembuh. Orangtua dapat mencari penyebab depresi pada anak dengan tehnik bermain dan bercerita.

Acara Coffee Talk “Mendeteksi Depresi Pada Anak Sejak Dini” diakhiri dengan sesi tanya jawab dan undangan yang mendapatkan hadiah untuk live twit terbaik.



Demikian acara Coffee Talk perdana kami, semoga dapat menginspirasi kita semua.

Tidak lupa juga kami ucapkan untuk Cali Deli, Giyanti Coffee Roastery serta para undangan yang menyempatkan untuk hadir pada acara Coffee Talk ““Mendeteksi Depresi Pada Anak Sejak Dini”.

Sampai jumpa pada acara Coffee Talk selanjutnya.

[JamNas Maxxio 2014] Ulin Ka Garut


14 Juni 2014, my husband who is joined MAXXIO, a community for Daihatsu GranMax and Luxio owner tagged us along including my parents to spend a nite at Banyu Alam Resort while he had a conference.

It took several hours from Jakarta to reach Garut.

The resort itself located near mount Guntur, has relatively cool climate and designed on a pond of lotus.
Bathroom is designed to guest for soaking in warm water and kids really like it!



The resort provide fishing equipment so you can fishing from your room :)



There are bazaar, car service and many activities but I can't take picture of it because I was too busy!

This vacation, my kid #1 learn how to compete!


You need to learn new thing while you are travel, makes your journey counts!




Before going home to Jakarta, we drop by to chocodot to buy some chocolate.




I love the interior of chocodot store!


And oh, my husband bought an original leather jacket for IDR700K! A good deal :)

Bye Garut, till we meet again!

Sabtu, 06 September 2014

Seminar Menghindarkan Anak Dari Kejahatan Seksual


Bertempat di Sovereign Plaza, pada 21 Juni 2014 lalu diadakan seminar “Menghindarkan Anak Dari Kejahatan Seksual” bersama Ibu Elly Risman yang dimoderatori oleh Adenita.


Terungkapnya kasus kejahatan seksual terhadap anak taman kanak-kanak di sebuah sekolah internasional membuat semua orang kaget bukan kepalang. Hal inilah yang membuat Kampung Keluarga dan Yayasan Kita & Buah Hati mengambil inisiatif untuk memberikan edukasi bagi para orangtua agar kejahatan seksual dapat dihindari.

Berikut ini beberapa hal yang bisa saya simpulkan dari seminar tersebut:
Kekerasan seksual dibagi atas tiga kategori:
  1. Kekerasan seksual dengan kata-kata. Bicara, beri komentar, SMS, mengirim pesan atau mengajak melakukan kegiatan seksual dengan kata-kata.
  2. Perilaku seksual tanpa persetujuan.
  3. Pemaksaan untuk melakukan kegiatan seksual 

Kejahatan seksual menghampiri anak melalui bujukan maka orangtua perlu mengajari anak untuk anti bujukan terutama dari orang lain selain orangtua.

Agar anak terhindar dari kejahatan seksual maka orangtua harus:
  • Membekali anak dengan pengetahuan dan praktek agama
  • Komunikasi dengan anak yang baik dan menyenangkan
  • Membekali anak dengan kemampuan berpikir kritis serta keterampilan untuk menjaga diri
  • Membuat anak merasa berharga
  • Siap menjadi orangtua di era digital 

Kejahatan seksual pada anak dan remaja berdampak:
  1. Merasa tidak berharga, malu, merasa berbeda dengan anak lain, menarik diri, mengisolasi diri, depresi, anak terlalu waspada
  2. Bila tidak kuat, bisa bunuh diri
  3. Cenderung menjadi pelaku terhadap orang lain 

Tanda-tanda anak menjadi korban:
  • Ketakutan yang luar biasa dan mencolok akan seseorang atau tempat tertentu
  • Tidak mau makan, sedih, mengurung diri, emosional, susah tidur, menggigau
  • Menghindari buang air kecil/besar, menjadi pemalu, menarik diri dari lingkungan
  • Kesadaran akan masalah kelamin dan tindakan serta kata-kata yang berkonotasi seksual sering terucap 

Tindakan yang dapat diambil jika anak menjadi korban:
  1. Berikan rasa aman dengan pelukan dan belaian
  2. Tanya perlahan apa yang dialami, siapa pelakunya dan apa yang dirasakan. Gunakan metode 3B: Bercerita, Bermain, Bernyanyi
  3. Periksa kemaluan dan anus anak, foto. Laporkan ke kepolisian (yang melapor berbeda dari yang mendampingi anak). Orangtua atau kerabat bisa menghubungi layanan P2TP2A untuk memperoleh informasi atau meminta pendampingan. Usahakan kasusnya jangan sampai beredar dulu di masyarakat untuk memudahkan pengusutan dan penangkapan pelaku.
  4. Cari dan lakukan terapi 

Mencegah lebih baik daripada mengobati, berikut merupakan cara mencegah kejahatan seksual untuk anak usia sekolah.

Usia 5-7 tahun.
  • Yakinkan anak untuk berbagi rahasia dengan orangtua
  • Tidak memakai pakaian minim dan celana pendek
  • Bila tidur, menutup pintu kamar serta tidak satu selimut jika tidur dengan saudara kandung walaupun sejenis kelamin
  • Pisah kamar dengan orangtua dan saudara sekandung lawan jenis. Bila kamar terbatas, batasi dengan gordyn, sprei atau pemisah lainnya 

Usia 7-10 tahun
  • Persiapkan anak menjelang puber dengan simulasi alat reproduksi manusia. Bahan-bahan ini bisa didapatkan di Yayasan Kita &Buah Hati.

Semoga anak-anak kita dapat terhindar dari kejahatan seksual dan dapat menjadi generasi penerus bangsa yang terbaik.

*artikel pernah dimuat di The Urban Mama