Jumat, 22 Agustus 2014

Active Playdate bersama Johnson's Baby


Minggu, 6 Juli 2014 saya menghadiri “Active Playdate with Johnsons Baby” yang bertempat di Fashion Atrium, Kota Kasablanka bersama Darren dan suami.

Di dalam lokasi acara, terdapat beragam permainan yang menarik seperti permainan tarik ember, permainan lompat ban dan permainan tendang bola. Tentu saja Darren langsung berlarian mencoba semua permainan yang ada dengan diawasi oleh suami. Sedangkan saya, langsung duduk manis mengikuti talkshow yang salah satu narasumbernya adalah CCO TUM, Ninit Yunita.


Bermain merupakan kegiatan paling menyenangkan bagi balita dan anak. Bermain aktif (melakukan kegiatan fisik) sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang balita dan anak. Bermain aktif dapat dilakukan di mana saja, dapat dilakukan oleh balita atau anak sendirian, dengan teman maupun anggota keluarga. Tentu saja urban mamas merupakan orang terdekat yang selalu mengajak urban kids bermain bersama. Selain sebagai teman bermain, urban mamas juga dapat mengawasi urban kids agar  terhindar dari risiko cedera.

Beberapa manfaat dari bermain aktif:
  • Dapat memperkuat kerja jantung, otot serta tulang
  • Baik untuk pergerakan dan koordinasi tubuh
  • Terhindar dari risiko obesitas

Bila ada urban kids yang enggan bermain aktif, hal pertama yang dapat urban mamas lakukan adalah berkomunikasi dan bertanya kepada si kecil mengenai alasan mereka malas ikut bermain. Ajak anak bermain di luar rumah atau bisa juga mengundang temannya untuk bermain di rumah. Orangtua juga perlu ikut bermain aktif bersama si kecil, tidak hanya mengawasi dari pinggir lapangan.

Saat urban kids aktif bergerak, tentunya banyak keringat yang keluar dan terkadang menghasilkan bau asam akibat bercampurnya keringat dengan bakteri. Agar urban kids dapat terus wangi dan nyaman saat bermain aktif,  sudah ada solusi  dari Johnson’s Baby berupa Active Fresh Technology (Powder & Bath) yang dapat menetralkan bau keringat dan memberi wangi segar setiap kali si kecil berkeringat!

Urban kids akan selalu wangi walau berkeringat dan urban mamas bakalan sering cium-cium deh!

Tidak hanya mendapatkan insight tentang bermain aktif, urban mama yang hadir juga mendapatkan goodie bag dari Johnson’s Baby.

Terma kasih TUM dan Johnson’s Baby, sampai bertemu di acara yang lain!

PS:  artikel ini pernah dimuat di The Urban Mama

Senin, 07 Juli 2014

Saya Memilih

Besok, nasib bangsa Indonesia ada di tangan Anda dan saya... jangan sia-siakan!

Besok, kita akan mengadakan pemilihan umum untuk memilih presiden RI periode 2014-2019.

Awalnya saya kegirangan karena akan ada capres/cawapres yang asalnya dari kalangan profesional, seperti yang pernah saya tulis di sini 

Namun amatlah disayangkan bahwa Konvensi Partai Demokrat membatalkan untuk mengumumkan hasilnya, saya kecewa. Mungkin partai ini ingin mempertahankan status quo pemerintahan yang ada.... mungkin saja.

Akhirnya yang melaju menuju pemilihan presiden adalah pasangan Prabowo-Hatta Rajasa (PraHara) serta Jokowi-Jusuf Kalla.

Tidaklah sulit bagi saya untuk memilih salah satu diantara dua.

PraHara, kejadian masa lalu yang membuat saya enggan untuk memilihnya sebagai pemimpin. Kita semua tahu bahwa Prabowo menculik aktivis dan mahasiswa pada tahun 1998. Apabila dia memang tidak bersalah, seharusnya dia berani dengan tegas menyatakan kepada dunia bahwa dia tidak melakukannya dengan cara bicara siapa dalang dari kerusuhan 12-14 Mei 1998. Seharusnya Prabowo bisa seperti Nazaruddin yang berani buka suara soal tuduhan korupsi yang menyeret Anas Urbaningrum. Namun kenyataannya Prabowo tidak pernah sekalipun berkomentar terhadap isu penculikan di atas.

Apa ini yang dinamakan tegas?

Sifatnya yang agresif (bahkan cenderung pemarah) sangat terlihat pada debat capres-cawapres 5 Juli 2014.

Saya tidak butuh presiden yang hanya bisa memerintah saja, saya butuh presiden yang mampu bekerja mengatasi persoalan bangsa yang begitu banyaknya tanpa banyak berkata-kata, masih ingat "No Action Talk Only" kan?

Ditambah lagi dengan orang-orang di belakang PraHara yang memiliki banyak kepentingan terutama soal uang dan jabatan. Saya yakin mereka tidak akan mampu bekerja untuk rakyat karena orientasi mereka adalah memperkaya diri sendiri.

Masih mau memilih pemimpin seperti itu?

Jokowi-JK. Saya bukan penggemar Jokowi saat dia dicalonkan menjadi cagub DKI 2013. Saat itu saya memilih Faisal Basri-Biem, yang terlebih dahulu mengusung kampanye tanpa uang! Kampanye dengan cara-cara kreatif tanpa perlu mengeluarkan dana iklan tv yang fantastis. Namun saya akui bahwa Jokowi telah melakukan terobosan baru dalam hal memimpin!
JK, cara dia menyampaikan sesuatu bagi saya masih membuat bingung :p

Ingat, kita hidup bukan hari ini saja. Kita hidup agar anak cucu kita juga bisa hidup.

Bagaimana anak cucu kita belajar kejujuran kalau pemimpin yang sehari-hari mereka lihat dan dengar di televisi korupsi?

Bagaimana anak cucu kita belajar menghargai keberagaman di Indonesia kalau pemimpin yang ada tidak menjadi contoh nyata tentang Bhinneka Tunggal Ika?

Bagaimana anak cucu kita belajar menyatakan pendapat kalau mereka tidak mendapatkan rasa aman untuk mengemukakannya?

1 atau 2, suara Anda berharga bagi anak cucu!

Bila Anda lelah dengan pemerintahan yang ada, ayo MEMILIH!
Bila Anda ingin pemerintahan baru yang membawa perubahan, ayo MEMILIH!

Saya MEMILIH untuk turut menentukan nasib bangsa yang saya cintai ini!



Selamat MEMILIH!

@HoneyJT

Sabtu, 05 Juli 2014

From Johor Bahru to Jakarta


This is our last day in Johor Bahru, Malaysia.

We will heading back to Jakarta on this evening!

Furthermore you can read our journey the past two days in SG and Legoland :) *just click the link*

After taking breakfast, kiddos and us went for swimming!

They just can't help to jump into the water :p


Swimming session over, we are ready to checked out!

Before heading to airport, we went to Johor Premium Outlet.

For me, I have no reason to shop! I just shop whenever I like :p

In and out from a store to another store and I really can be here whole day but to bad we need to fly back to Jakarta!




I love the way Coach treat their customer!

I bought chocolates for souvenir and skip the VNC :D

Finally, we are boarding!

We are glad to go home!

Bye SG-JB, we will comeback soon!

Expenses for this journey can be found here

@HoneyJT

Jumat, 04 Juli 2014

Let's go to Legoland!


Artikel ini merupakan lanjutan dari postingan saya sebelumnya di sini

Kami bangun pagi-pagi karena hari ini akan berangkat menuju Legoland, Johor Bahru.

Bersyukur anak-anak sangat mudah diajak bekerjasama, mereka sudah bangun pagi-pagi sekali dan tidak sabar untuk bermain di Legoland.

Dikarenakan kami menggunakan bis untuk menyeberang dari Singapura ke Malaysia, maka kami memutuskan untuk menggunakan taksi menuju terminal bus Queen Street yang melayani perjalanan dari Singapura menuju Johor Bahru atau sebaliknya.


Sesampainya kami, antrian sudah panjang dikarenakan kami berangkat pada hari Minggu.


Penampakan busnya kelihatan nyaman tapiiiiii..... ternyata kami salah mengantri! Seharusnya untuk naik ke Causeway Link Bus ini mengantri di sebelah KANAN tetapi kami malah mengantri di sebelah kiri T_T

Bus yang kami tumpangi dari Queen Street gak jelek-jelek amat, tapi yang dari Woodlands menuju JB Check Point busnya seperti bus di Jakarta kebanyakan :'(

Singkat cerita kami sampai di imigrasi Johor Bahru, Malaysia. Di sini dilarang untuk mengambil foto!
Karena ada turis yang dikejar polisi Malaysia karena mengambil foto dan foto yang telah diambil harus dihapus di depan polisi itu!

Awalnya kami hendak menggunakan bis LM1 dari JB Sentral menuju Legoland Malaysia namun kami sudah menyerah dan akhirnya menggunakan jasa sewa mobil untuk mengantarkan kami berkeliling dari JB Sentral sampai resort tempat kami menginap.

Sepanjang perjalanan dari JB Sentral menuju Legoland, kami baru sadar bahwa jalanan sangat sepi maka keputusan untuk menggunakan jasa sewa mobil merupakan keputusan terbaik!

Akhirnya kami tiba di Legoland!

Hal pertama setibanya kami di Legoland adalah mencari makan siang karena kami sudah kelaparan :D

Selesai mengisi bahan bakar tubuh, kami siap untuk bertualang di Legoland!

Kami langsung membuka payung dan menggunakan topi karena sinar matahari yang terik di Legoland. Tak lupa juga mencari sewaan loker untuk menyimpan barang bawaan dan stroller  untuk berkeliling.

Ada dua pilihan stroller di Legoland, single atau double. Kami menyewa yang double :)

Saya jatuh cinta dengan hotel Legoland sambil menghayal suatu hari kami akan menginap di hotel tersebut :)

And the adventure begin!

Miniatur-miniatur di Legoland ini memang keren! Ada miniatur yang dapat mengeluarkan asap dan air :D

Trusss.... ada anak yang kegirangan karena Tana Lot juga dibuatkan miniaturnya!

Semua permainan di Legoland ini adalah gratis!

Dan Darren menyetir untuk pertama kalinya! 

Akhir dari perjalanan di Legoland ini tidak lain tidak bukan adalah membeli lego!

Legoland merupakan tempat wisata yang luas, pastikan Anda memiliki cukup energi untuk menjelajahinya!

Hari mulai sore, kami memutuskan untuk meninggalkan Legoland dan menuju Pulai Spring Resort.

Kami memesan hotel ini melalui laterooms.com

Karena sudah terlalu lelah, saya tidak sempat berfoto-foto lagi :D

That's our stories in Legoland!

Kepengen banget bisa nginep di Legoland Hotel! *crossing fingers*

Perincian biaya yang keluar selama di Legoland bisa dibaca di sini

@HoneyJT 

Kamis, 03 Juli 2014

Negeri Singa Nyembur Banyu

Masih ingat cerita bagaimana saya merasa sangat gugup membayangkan bepergian ke luar negeri di sini?

Akhirnya hari itu tiba juga!

Setelah memilih dan memilah penerbangan yang jamnya sesuai dan ongkosnya murah di kantong, maka perjalanan ke negeri singa nyembur banyu kali ini saya memakai tiger airways (sayangnya saat blogpost ini tayang, tigerair mandala berhenti beroperasi).

Perjalanan kali ini saya sekeluarga bersama dengan mama mertua, adik ipar dan anaknya. Setelah satu jam lebih, kami tiba di Changi Airport.


Kesan pertama menjejakkan kaki ke negeri singa nyembur banyu ini adalah bersih dan serba teratur. 

Bersyukur kami memiliki sepupu, Agnes yang berdomisili di negeri ini sehingga dia bisa menjadi tour guide selama kami di sana.

Kami bergegas menuju tempat penjualan kartu EZ Link. 

Kenapa memilih EZ Link, kenapa tidak memilih Singapore Tourist Pass (STP)?
Kami memilih EZ Link karena waktu berkunjung yang sangat minim.
Itinerary kami adalah Soekarno Hatta- Changi Airport, Resort World Sentosa, hotel di China Town, besoknya kami langsung menuju Johor via darat :)



Jadi, EZ Link lebih hemat ketimbang STP. Kartu EZ Link seharga SGD12.00 per orang dan gratis untuk anak yang berumur dibawah enam tahun (tentunya petugas penjualan kartu EZ Link akan meminta paspor anak yang dimaksud) sedangkan STP seharga SGD20.00 per orang untuk satu hari.

Dari MRT Changi Airport, tibalah kami di Vivo City Mall. Selain mau menuju Resort World Sentosa, kami memutuskan untuk makan siang di Vivo City Mall.



Vivo City merupakan salah satu mal yang besar dan ramai!

Selesai makan siang, kami bergegas ke Harbour Front MRT Station yang letaknya satu bangunan dengan Vivo City dan bersiaplah untuk melihat antrian yang mengular. Walaupun antrian mengular dan banyak sekali namun gak ada tuh acara dorong-dorongan seperti yang kerap terjadi di Jakarta. Mungkin juga karena masyarakatnya yang sudah terbiasa untuk menunggu dan armada yang ada juga sudah terukur kapan akan tiba.

Hanya beberapa menit, kami sudah sampai di Resort World Sentosa. Tujuan kami bukanlah Universal Studio Singapore (USS) tetapi S.E.A Aquarium.

Menurut saya, untuk dapat menikmati USS yang begitu besar dan tematik lebih baik nanti saja saat anak-anak sudah lebih besar dan dapat menikmati wahana yang tersedia di sana :)

Sebelum masuk ke S.E.A Aqurium, kami foto-foto dulu di depan USS :)








Kami tiba di RWSS dengan membawa koper dan tas ransel. Jangan kuatir apabila Anda tidak bepergian dengan anak, Anda dapat menyewa loker yang tersedia di USS maupun Adventure Cove dan pastikan memiliki uang kecil untuk transaksi di mesinnya. Sedangkan kalau Anda membawa anak, ada baiknya meninggalkan koper Anda di hotel, biasanya check in hotel di SG mulai jam dua siang.

Penjelasan tentang S.E.A Aquarium akan hadir di blog saya yang lainnya.



Darren terkagum-kagum dengan akuarium yang sangat besar, isinya ikan pari raksasa berenang atau malah terbang melayang di dalamnya :D


Saking besarnya, akuarium itu dijadikan lattar untuk pertunjukkan boneka tentang melestarikan laut, kreatif sekali! Bersenang-senang sambil mengedukasi :)

Lelah? Sudah pasti!

Saya pun saking lelahnya sudah tidak mampu lagi untuk narsis berfoto-foto tapi memori tentang negeri ini akan selalu melekat di dalam ingatan :)


Saya merasa seperti di dalam film Deep Blue Sea :D


I really loves the interior of S.E.A Aquarium!

Setelahnya kami menuju Dragon Court hotel untuk beristirahat dengan kapasitas enam orang dewasa namun tanpa sarapan. Anda sudah bisa menebak kan di mana kami menginap? Ya, kami menginap di China Town! Tempat yang ramai dengan tawaran souvenir khas SG :)

Saya menyempatkan makan malam di sebuah rumah makan yang menyajikan makanan khas cina dan berburu souvenir untuk teman-teman kantor.

Niat hati ingin menjelajah lebih banyak namun kaki sudah meronta kesakitan :p

Di penghujung hari, Darren bilang kalau dia senang dan dia ingin Indonesia juga bisa maju seperti Singapura :)

Ini juga yang merupakan misi saya memperkenalkan dunia luar bagi Darren agar tak menjadi katak dalam tempurung, agar mampu menghargai orang lain yang berbeda dan agar dia semakin mencintai Indonesia :)

Mission accomplished ;)

Thank you universe! Thank you Agnes!


I'll comeback soon, I promise you, SG!

Perincian biaya yang keluar selama di SG bisa dibaca di sini

Sabtu, 28 Juni 2014

Planning Abroad

Saya sudah merencanakan bahwa tahun 2014 ingin sekali membawa Darren ke negeri singa. Hal ini bukan tanpa perhitungan keuangan yang matang. Kebetulan ada pengembalian premi rawat inap yang belum pernah kami klaim selama lima tahun, setelah saya hitung.... nilainya cukup untuk keluarga kami liburan ke Singapura. Ditambah lagi ada tempat wisata baru di Resort World Sentosa yang bernama S.E.A Aquarium, aquarium air laut terbesar se-Asia Tenggara.

Awalnya saya ingin menghadiahkan perjalanan ke Singapura ini saat Darren genap berumur tujuh tahun pada bulan September nanti, maka saya belum mempersiapkan apa pun termasuk tiket mau pun penginapan. Jangankan membeli tiket, membayangkannya saja membuat saya tegang! Maklumlah, saya sama sekali belum pernah liburan ke luar negeri, ditambah lagi dengan membawa anak! Pengalaman pertama yang super duper menantang!

Saya mungkin tidak punya privilege untuk menjelajahi negeri orang sejak kecil, oleh sebab itu... saya ingin sekali Darren melihat negeri lain agar dia bisa makin mencintai negaranya sendiri.

Maret-April 2014, saya mulai mencari informasi tentang liburan hemat ke negeri singa dengan membawa keluarga. Awalnya adik ipar saya mengajak ke Thailand, namun menurut saya negeri gajah putih lebih cocok untuk berbelanja ketimbang berwisata. Atas pertimbangan itu, kami memutuskan berlibur ke S.E.A Aquarium Sentosa dan Legoland Johor.... mumpung saat Darren masih suka hiu :p

Pengalaman pertama  menyusun rencana liburan ke luar negeri memberikan saya banyak hal. Saya belajar untuk riset hal apa saja yang dapat memudahkan kami selama di negeri orang. Bisa dibilang perjalanan kali ini ada perjalanan adu nyali, perjalanan yang mengalahkan ketakutan diri sendiri, perjalanan yang setiap kali saya pikirkan membuat perut saya kram :D

This journey makes me challenged, and I am ready to take the risk!

S.E.A Aquarium and Legoland, here we come!

Rabu, 23 April 2014

Ayo Turun Tangan!

pic from Turun Tangan

Dua tahun belakangan ini, saya merasa kesal, jengkel dengan mereka yang katanya wakil rakyat tapi tertangkap tangan melakukan korupsi.

Sebal juga dengan pemimpin negara yang lebih sibuk mengurusi hal remeh temeh dibandingkan permasalahan negeri ini yang sudah carut marut.

Gemas? Tentu saja!

Tapi apakah serangkaian rasa di atas cukup untuk menyelesaikan semua permasalahan bangsa?

Banyak yang mampu berkeluh kesah namun sedikit yang berbuat termasuk saya!

Then I talk to myself, “Ayo bangun, berbuat… Ayo turun tangan!”

Dimulai dari sedikit lebih peduli dengan lingkungan sekitar, mau ambil bagian dalam menentukan nasib bangsa.

Sudah bukan waktunya lagi bagi saya maupun Anda yang mampu membaca tulisan ini untuk hanya memikirkan diri sendiri dan hanya bisa mengkritik tanpa memberikan solusi.

9 April 2014 Pemilu Legislatif yang lalu, sudahkah Anda memberikan suara melalui hak pilih Anda?

Saya sudah dan bersyukur caleg pilihan saya pun sudah melaju menuju Senayan.

Kini tiba saatnya saya dan Anda mencari tahu siapa capres 2014 yang mumpuni untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Jokowi memang telah terbukti mampu memimpin banyak hal di Solo maupun Jakarta dan saya sangat menghargai serta angkat jempol atas semua jerih lelah beliau mengelola Jakarta saat ini.

Diantara banyak pilihan, memang untuk saat ini pilihan terbaik adalah Jokowi.

Namun ada satu sosok yang juga patut diperhitungkan yaitu Anies Baswedan.

Semua tindakan nyata dan inovatif untuk bangsa sudah dilakukan Anies Baswedan jauh sebelum semua sempat memikirkan hal-hal yang diperbuatnya. Sebut saja Gerakan Indonesia Mengajar, Gerakan Indonesia Menyala, Kelas Inspirasi, Festival Gerakan Indonesia Mengajar dan yang terbaru, Ayo Turun Tangan! Beliau juga tergabung sebagai aktivis Gerakan Anti Korupsi, Tim 8 KPK, Ketua Komite Etik KPK. 

Rekam jejak yang bersih penting sebagai salah satu syarat menjadi presiden!

Gerakan Turun Tangan merupakan gagasan Anies Baswedan bahwa berpolitik tidak harus dibayar, berpolitik tidak harus kotor, berpolitik tidak harus dimodali bermilyar-milyar dari pihak-pihak yang punya kepentingan sehingga dia yang terpilih hanya perlu melunasi janji kemerdekaan yaitu janji perlindungan, kesejahteraan, pencerdasan dan peran global pada setiap anak bangsa sesuai Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD NKRI) 1945.


Ya, saya mendukung sepenuhnya Anies Baswedan bila nanti beliau lolos sebagai capres 2014 dari konvensi partai demokrat.

Awal mula saya tahu Anies Baswedan melalui Gerakan IndonesiaMengajar (GIM) yang mengajak teman-teman yang baru lulus kuliah untuk tinggal di pedalaman-pedalaman Indonesia, mengajar selama satu tahun tanpa bayaran!

Ini gila, tapi keren! Ini keren tapi gila! Mana ada fresh graduates yang mau ke pedalaman hanya  untuk tidak dibayar? Kebanyakan fresh graduates memilih langsung bekerja selepas menyelesaikan Strata satunya dengan menuntut gaji diatas UMP. Nyatanya Pengajar Muda di GIM sudah ada 413 orang selama kurun waktu tujuh tahun!

Anda memilih untuk turun tangan atau urun angan?

Pilihan Anda 9 Juli 2014 menentukan nasib anak cucu Anda!

@HoneyJT