Rabu, 10 Desember 2014

A Good Family

Time flies!
It has been 8 years of marriage and we still counting :)

Husband is not a very romantic person, but yes, he gave little surprise which I consider good, because you don't flaunt the romanticism :)

I have planned a movie date, but in 24 hours I have a meeting which unfortunately cancelled and yeay, we can go for a movie date!

The movie this time will be 7Hari/24Jam, as Dian Sastro's big fan it is mandatory to watch it :D


Last Disas movie that I watched with future husband is Banyu Biru which makes him feel confused HAHAHA

Long story short, we bumped into one scene... when Lukman Sardi as Tyo asking Disas as Tania what is her reason to marry him.

And we also keep asking ourself why are we marrying each other.....

I come out with one reason, I marry husband because, he didn't changed me, he didn't asked me to choose between career or family and he loves me for my imperfection! *oh, there are so many reason why I marry him*

In the middle of the movie, husband whatsapp me this:

and we very agree that "The foundation of Everything is A Good Family" - Tania, 7/24

Happy 8nniversary abank *smooch*

@HoneyJT

Kamis, 27 November 2014

K A R M A does Exist!

Years ago, I get annoyed by some people.

I just asking about rundown of an event but they end up (like) bullying me.

At that time, I felt like I wanna quit from that community.

A community should make you more happy, as my friend said.

Untill I found this quote. 



I think this quote is scary, whoever person that make this quote is really having a bad situation.

It feels like you are cursing someone that mean to you.

As Christian, I have been taught to bless my enemy... which is very hard to do!

I  am only human, by the way.....

I am mad at that time but I speak forgiveness and now I am free!

Talking about KARMA, it does exist.

A, borrowing the community money without permission. 

B, pregnant before marriage and now I heard from someone that she is in the middle of  broken marriage.

This is so sad, but that's karma.

So, I learn from that experience to hold the tongue and speak wisely!

Let's be kind to others :)

@HoneyJT

Sabtu, 08 November 2014

[3 Little Angels] Coffee Talk


Beberapa waktu lalu, dunia pendidikan Indonesia gempar oleh berita seorang siswa SMP asal Klaten yang mengakhiri nyawanya dengan cara menggantung diri dikarenakan paranoia akut terhadap Ujian Nasional (UN).

Berbekal kejadian tersebut, kami berinisiatif  mengadakan obrolan seputar kesehatan anak. Acara Coffee Talk “Mendeteksi Depresi Pada Anak Sejak Dini” diadakan pada Jumat, 12 September 2014 bertempat di Cali Deli CafĂ© dengan dr. Herbowo A.F Soetomenggolo, SpA dan dr. Monika Joy Reverger, Sp KJ sebagai narasumber.

Acara dimulai oleh Greaty selaku MC dan moderator dan dilanjutkan dengan berita terbaru dari komunitas 3 Little Angels.


Angel’s Heart online campaign, Garage Sale, #NgertiGizi dan #CoffeeTalk_3LA merupakan beberapa kegiatan fund raising yang telah dilakukan oleh kami.


Gangguan depresi sering terjadi pada anak dan remaja yang dapat menyebabkan masalah psikososial bahkan kasus terburuk, bunuh diri. Risiko gangguan depresi pada anak memiliki persentase yang lebih besar kepada anak laki-laki sedangkan pada remaja, memiliki persentase yang lebih besar kepada remaja putri, ujar dr. Herbowo A. F Soetomenggolo selaku sekretaris unit kerja saraf anak di IDAI, Jakarta.



Deteksi awal gangguan depresi pada anak dapat dilakukan dengan menggunakan Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME). Apabila terdapat satu saja gangguan yang dialami anak, maka orangtua dan anak sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Sambil mendengarkan penjelasan dari narasumber, undangan yang hadir menikmati cemilan dan kopi yang nikmat dari Giyanti Coffee Roastery.


Lalu, bagaimana kalau di sekitar kita ada yang mengalami gangguan depresi? Dr. Monika Joy Reverger, Sp KJ menjelaskan bahwa penanganan depresi pada anak bergantung pada derajat keparahan, usia anak, masalah yang ada hingga motivasi pasien dan keluarga untuk sembuh. Orangtua dapat mencari penyebab depresi pada anak dengan tehnik bermain dan bercerita.

Acara Coffee Talk “Mendeteksi Depresi Pada Anak Sejak Dini” diakhiri dengan sesi tanya jawab dan undangan yang mendapatkan hadiah untuk live twit terbaik.



Demikian acara Coffee Talk perdana kami, semoga dapat menginspirasi kita semua.

Tidak lupa juga kami ucapkan untuk Cali Deli, Giyanti Coffee Roastery serta para undangan yang menyempatkan untuk hadir pada acara Coffee Talk ““Mendeteksi Depresi Pada Anak Sejak Dini”.

Sampai jumpa pada acara Coffee Talk selanjutnya.

[JamNas Maxxio 2014] Ulin Ka Garut


14 Juni 2014, my husband who is joined MAXXIO, a community for Daihatsu GranMax and Luxio owner tagged us along including my parents to spend a nite at Banyu Alam Resort while he had a conference.

It took several hours from Jakarta to reach Garut.

The resort itself located near mount Guntur, has relatively cool climate and designed on a pond of lotus.
Bathroom is designed to guest for soaking in warm water and kids really like it!



The resort provide fishing equipment so you can fishing from your room :)



There are bazaar, car service and many activities but I can't take picture of it because I was too busy!

This vacation, my kid #1 learn how to compete!


You need to learn new thing while you are travel, makes your journey counts!




Before going home to Jakarta, we drop by to chocodot to buy some chocolate.




I love the interior of chocodot store!


And oh, my husband bought an original leather jacket for IDR700K! A good deal :)

Bye Garut, till we meet again!

Sabtu, 06 September 2014

Seminar Menghindarkan Anak Dari Kejahatan Seksual


Bertempat di Sovereign Plaza, pada 21 Juni 2014 lalu diadakan seminar “Menghindarkan Anak Dari Kejahatan Seksual” bersama Ibu Elly Risman yang dimoderatori oleh Adenita.


Terungkapnya kasus kejahatan seksual terhadap anak taman kanak-kanak di sebuah sekolah internasional membuat semua orang kaget bukan kepalang. Hal inilah yang membuat Kampung Keluarga dan Yayasan Kita & Buah Hati mengambil inisiatif untuk memberikan edukasi bagi para orangtua agar kejahatan seksual dapat dihindari.

Berikut ini beberapa hal yang bisa saya simpulkan dari seminar tersebut:
Kekerasan seksual dibagi atas tiga kategori:
  1. Kekerasan seksual dengan kata-kata. Bicara, beri komentar, SMS, mengirim pesan atau mengajak melakukan kegiatan seksual dengan kata-kata.
  2. Perilaku seksual tanpa persetujuan.
  3. Pemaksaan untuk melakukan kegiatan seksual 

Kejahatan seksual menghampiri anak melalui bujukan maka orangtua perlu mengajari anak untuk anti bujukan terutama dari orang lain selain orangtua.

Agar anak terhindar dari kejahatan seksual maka orangtua harus:
  • Membekali anak dengan pengetahuan dan praktek agama
  • Komunikasi dengan anak yang baik dan menyenangkan
  • Membekali anak dengan kemampuan berpikir kritis serta keterampilan untuk menjaga diri
  • Membuat anak merasa berharga
  • Siap menjadi orangtua di era digital 

Kejahatan seksual pada anak dan remaja berdampak:
  1. Merasa tidak berharga, malu, merasa berbeda dengan anak lain, menarik diri, mengisolasi diri, depresi, anak terlalu waspada
  2. Bila tidak kuat, bisa bunuh diri
  3. Cenderung menjadi pelaku terhadap orang lain 

Tanda-tanda anak menjadi korban:
  • Ketakutan yang luar biasa dan mencolok akan seseorang atau tempat tertentu
  • Tidak mau makan, sedih, mengurung diri, emosional, susah tidur, menggigau
  • Menghindari buang air kecil/besar, menjadi pemalu, menarik diri dari lingkungan
  • Kesadaran akan masalah kelamin dan tindakan serta kata-kata yang berkonotasi seksual sering terucap 

Tindakan yang dapat diambil jika anak menjadi korban:
  1. Berikan rasa aman dengan pelukan dan belaian
  2. Tanya perlahan apa yang dialami, siapa pelakunya dan apa yang dirasakan. Gunakan metode 3B: Bercerita, Bermain, Bernyanyi
  3. Periksa kemaluan dan anus anak, foto. Laporkan ke kepolisian (yang melapor berbeda dari yang mendampingi anak). Orangtua atau kerabat bisa menghubungi layanan P2TP2A untuk memperoleh informasi atau meminta pendampingan. Usahakan kasusnya jangan sampai beredar dulu di masyarakat untuk memudahkan pengusutan dan penangkapan pelaku.
  4. Cari dan lakukan terapi 

Mencegah lebih baik daripada mengobati, berikut merupakan cara mencegah kejahatan seksual untuk anak usia sekolah.

Usia 5-7 tahun.
  • Yakinkan anak untuk berbagi rahasia dengan orangtua
  • Tidak memakai pakaian minim dan celana pendek
  • Bila tidur, menutup pintu kamar serta tidak satu selimut jika tidur dengan saudara kandung walaupun sejenis kelamin
  • Pisah kamar dengan orangtua dan saudara sekandung lawan jenis. Bila kamar terbatas, batasi dengan gordyn, sprei atau pemisah lainnya 

Usia 7-10 tahun
  • Persiapkan anak menjelang puber dengan simulasi alat reproduksi manusia. Bahan-bahan ini bisa didapatkan di Yayasan Kita &Buah Hati.

Semoga anak-anak kita dapat terhindar dari kejahatan seksual dan dapat menjadi generasi penerus bangsa yang terbaik.

*artikel pernah dimuat di The Urban Mama

Jumat, 22 Agustus 2014

Active Playdate bersama Johnson's Baby


Minggu, 6 Juli 2014 saya menghadiri “Active Playdate with Johnsons Baby” yang bertempat di Fashion Atrium, Kota Kasablanka bersama Darren dan suami.

Di dalam lokasi acara, terdapat beragam permainan yang menarik seperti permainan tarik ember, permainan lompat ban dan permainan tendang bola. Tentu saja Darren langsung berlarian mencoba semua permainan yang ada dengan diawasi oleh suami. Sedangkan saya, langsung duduk manis mengikuti talkshow yang salah satu narasumbernya adalah CCO TUM, Ninit Yunita.


Bermain merupakan kegiatan paling menyenangkan bagi balita dan anak. Bermain aktif (melakukan kegiatan fisik) sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang balita dan anak. Bermain aktif dapat dilakukan di mana saja, dapat dilakukan oleh balita atau anak sendirian, dengan teman maupun anggota keluarga. Tentu saja urban mamas merupakan orang terdekat yang selalu mengajak urban kids bermain bersama. Selain sebagai teman bermain, urban mamas juga dapat mengawasi urban kids agar  terhindar dari risiko cedera.

Beberapa manfaat dari bermain aktif:
  • Dapat memperkuat kerja jantung, otot serta tulang
  • Baik untuk pergerakan dan koordinasi tubuh
  • Terhindar dari risiko obesitas

Bila ada urban kids yang enggan bermain aktif, hal pertama yang dapat urban mamas lakukan adalah berkomunikasi dan bertanya kepada si kecil mengenai alasan mereka malas ikut bermain. Ajak anak bermain di luar rumah atau bisa juga mengundang temannya untuk bermain di rumah. Orangtua juga perlu ikut bermain aktif bersama si kecil, tidak hanya mengawasi dari pinggir lapangan.

Saat urban kids aktif bergerak, tentunya banyak keringat yang keluar dan terkadang menghasilkan bau asam akibat bercampurnya keringat dengan bakteri. Agar urban kids dapat terus wangi dan nyaman saat bermain aktif,  sudah ada solusi  dari Johnson’s Baby berupa Active Fresh Technology (Powder & Bath) yang dapat menetralkan bau keringat dan memberi wangi segar setiap kali si kecil berkeringat!

Urban kids akan selalu wangi walau berkeringat dan urban mamas bakalan sering cium-cium deh!

Tidak hanya mendapatkan insight tentang bermain aktif, urban mama yang hadir juga mendapatkan goodie bag dari Johnson’s Baby.

Terma kasih TUM dan Johnson’s Baby, sampai bertemu di acara yang lain!

PS:  artikel ini pernah dimuat di The Urban Mama

Senin, 07 Juli 2014

Saya Memilih

Besok, nasib bangsa Indonesia ada di tangan Anda dan saya... jangan sia-siakan!

Besok, kita akan mengadakan pemilihan umum untuk memilih presiden RI periode 2014-2019.

Awalnya saya kegirangan karena akan ada capres/cawapres yang asalnya dari kalangan profesional, seperti yang pernah saya tulis di sini 

Namun amatlah disayangkan bahwa Konvensi Partai Demokrat membatalkan untuk mengumumkan hasilnya, saya kecewa. Mungkin partai ini ingin mempertahankan status quo pemerintahan yang ada.... mungkin saja.

Akhirnya yang melaju menuju pemilihan presiden adalah pasangan Prabowo-Hatta Rajasa (PraHara) serta Jokowi-Jusuf Kalla.

Tidaklah sulit bagi saya untuk memilih salah satu diantara dua.

PraHara, kejadian masa lalu yang membuat saya enggan untuk memilihnya sebagai pemimpin. Kita semua tahu bahwa Prabowo menculik aktivis dan mahasiswa pada tahun 1998. Apabila dia memang tidak bersalah, seharusnya dia berani dengan tegas menyatakan kepada dunia bahwa dia tidak melakukannya dengan cara bicara siapa dalang dari kerusuhan 12-14 Mei 1998. Seharusnya Prabowo bisa seperti Nazaruddin yang berani buka suara soal tuduhan korupsi yang menyeret Anas Urbaningrum. Namun kenyataannya Prabowo tidak pernah sekalipun berkomentar terhadap isu penculikan di atas.

Apa ini yang dinamakan tegas?

Sifatnya yang agresif (bahkan cenderung pemarah) sangat terlihat pada debat capres-cawapres 5 Juli 2014.

Saya tidak butuh presiden yang hanya bisa memerintah saja, saya butuh presiden yang mampu bekerja mengatasi persoalan bangsa yang begitu banyaknya tanpa banyak berkata-kata, masih ingat "No Action Talk Only" kan?

Ditambah lagi dengan orang-orang di belakang PraHara yang memiliki banyak kepentingan terutama soal uang dan jabatan. Saya yakin mereka tidak akan mampu bekerja untuk rakyat karena orientasi mereka adalah memperkaya diri sendiri.

Masih mau memilih pemimpin seperti itu?

Jokowi-JK. Saya bukan penggemar Jokowi saat dia dicalonkan menjadi cagub DKI 2013. Saat itu saya memilih Faisal Basri-Biem, yang terlebih dahulu mengusung kampanye tanpa uang! Kampanye dengan cara-cara kreatif tanpa perlu mengeluarkan dana iklan tv yang fantastis. Namun saya akui bahwa Jokowi telah melakukan terobosan baru dalam hal memimpin!
JK, cara dia menyampaikan sesuatu bagi saya masih membuat bingung :p

Ingat, kita hidup bukan hari ini saja. Kita hidup agar anak cucu kita juga bisa hidup.

Bagaimana anak cucu kita belajar kejujuran kalau pemimpin yang sehari-hari mereka lihat dan dengar di televisi korupsi?

Bagaimana anak cucu kita belajar menghargai keberagaman di Indonesia kalau pemimpin yang ada tidak menjadi contoh nyata tentang Bhinneka Tunggal Ika?

Bagaimana anak cucu kita belajar menyatakan pendapat kalau mereka tidak mendapatkan rasa aman untuk mengemukakannya?

1 atau 2, suara Anda berharga bagi anak cucu!

Bila Anda lelah dengan pemerintahan yang ada, ayo MEMILIH!
Bila Anda ingin pemerintahan baru yang membawa perubahan, ayo MEMILIH!

Saya MEMILIH untuk turut menentukan nasib bangsa yang saya cintai ini!



Selamat MEMILIH!

@HoneyJT