Senin, 07 Juli 2014

Saya Memilih

Besok, nasib bangsa Indonesia ada di tangan Anda dan saya... jangan sia-siakan!

Besok, kita akan mengadakan pemilihan umum untuk memilih presiden RI periode 2014-2019.

Awalnya saya kegirangan karena akan ada capres/cawapres yang asalnya dari kalangan profesional, seperti yang pernah saya tulis di sini 

Namun amatlah disayangkan bahwa Konvensi Partai Demokrat membatalkan untuk mengumumkan hasilnya, saya kecewa. Mungkin partai ini ingin mempertahankan status quo pemerintahan yang ada.... mungkin saja.

Akhirnya yang melaju menuju pemilihan presiden adalah pasangan Prabowo-Hatta Rajasa (PraHara) serta Jokowi-Jusuf Kalla.

Tidaklah sulit bagi saya untuk memilih salah satu diantara dua.

PraHara, kejadian masa lalu yang membuat saya enggan untuk memilihnya sebagai pemimpin. Kita semua tahu bahwa Prabowo menculik aktivis dan mahasiswa pada tahun 1998. Apabila dia memang tidak bersalah, seharusnya dia berani dengan tegas menyatakan kepada dunia bahwa dia tidak melakukannya dengan cara bicara siapa dalang dari kerusuhan 12-14 Mei 1998. Seharusnya Prabowo bisa seperti Nazaruddin yang berani buka suara soal tuduhan korupsi yang menyeret Anas Urbaningrum. Namun kenyataannya Prabowo tidak pernah sekalipun berkomentar terhadap isu penculikan di atas.

Apa ini yang dinamakan tegas?

Sifatnya yang agresif (bahkan cenderung pemarah) sangat terlihat pada debat capres-cawapres 5 Juli 2014.

Saya tidak butuh presiden yang hanya bisa memerintah saja, saya butuh presiden yang mampu bekerja mengatasi persoalan bangsa yang begitu banyaknya tanpa banyak berkata-kata, masih ingat "No Action Talk Only" kan?

Ditambah lagi dengan orang-orang di belakang PraHara yang memiliki banyak kepentingan terutama soal uang dan jabatan. Saya yakin mereka tidak akan mampu bekerja untuk rakyat karena orientasi mereka adalah memperkaya diri sendiri.

Masih mau memilih pemimpin seperti itu?

Jokowi-JK. Saya bukan penggemar Jokowi saat dia dicalonkan menjadi cagub DKI 2013. Saat itu saya memilih Faisal Basri-Biem, yang terlebih dahulu mengusung kampanye tanpa uang! Kampanye dengan cara-cara kreatif tanpa perlu mengeluarkan dana iklan tv yang fantastis. Namun saya akui bahwa Jokowi telah melakukan terobosan baru dalam hal memimpin!
JK, cara dia menyampaikan sesuatu bagi saya masih membuat bingung :p

Ingat, kita hidup bukan hari ini saja. Kita hidup agar anak cucu kita juga bisa hidup.

Bagaimana anak cucu kita belajar kejujuran kalau pemimpin yang sehari-hari mereka lihat dan dengar di televisi korupsi?

Bagaimana anak cucu kita belajar menghargai keberagaman di Indonesia kalau pemimpin yang ada tidak menjadi contoh nyata tentang Bhinneka Tunggal Ika?

Bagaimana anak cucu kita belajar menyatakan pendapat kalau mereka tidak mendapatkan rasa aman untuk mengemukakannya?


1 atau 2, suara Anda berharga bagi anak cucu!

Bila Anda lelah dengan pemerintahan yang ada, ayo MEMILIH!
Bila Anda ingin pemerintahan baru yang membawa perubahan, ayo MEMILIH!

Saya MEMILIH untuk turut menentukan nasib bangsa yang saya cintai ini!

Selamat MEMILIH!


@HoneyJT

Kamis, 03 Juli 2014

Negeri Singa Nyembur Banyu

Masih ingat cerita bagaimana saya merasa sangat gugup membayangkan bepergian ke luar negeri di sini?

Akhirnya hari itu tiba juga!

Setelah memilih dan memilah penerbangan yang jamnya sesuai dan ongkosnya murah di kantong, maka perjalanan ke negeri singa nyembur banyu kali ini saya memakai tiger airways (sayangnya saat blogpost ini tayang, tigerair mandala berhenti beroperasi).

Perjalanan kali ini saya sekeluarga bersama dengan mama mertua, adik ipar dan anaknya. Setelah satu jam lebih, kami tiba di Changi Airport.


Kesan pertama menjejakkan kaki ke negeri singa nyembur banyu ini adalah bersih dan serba teratur. 

Bersyukur kami memiliki sepupu, Agnes yang berdomisili di negeri ini sehingga dia bisa menjadi tour guide selama kami di sana.

Kami bergegas menuju tempat penjualan kartu EZ Link. 

Kenapa memilih EZ Link, kenapa tidak memilih Singapore Tourist Pass (STP)?
Kami memilih EZ Link karena waktu berkunjung yang sangat minim.
Itinerary kami adalah Soekarno Hatta- Changi Airport, Resort World Sentosa, hotel di China Town, besoknya kami langsung menuju Johor via darat :)



Jadi, EZ Link lebih hemat ketimbang STP. Kartu EZ Link seharga SGD12.00 per orang dan gratis untuk anak yang berumur dibawah enam tahun (tentunya petugas penjualan kartu EZ Link akan meminta paspor anak yang dimaksud) sedangkan STP seharga SGD20.00 per orang untuk satu hari.

Dari MRT Changi Airport, tibalah kami di Vivo City Mall. Selain mau menuju Resort World Sentosa, kami memutuskan untuk makan siang di Vivo City Mall.



Vivo City merupakan salah satu mal yang besar dan ramai!

Selesai makan siang, kami bergegas ke Harbour Front MRT Station yang letaknya satu bangunan dengan Vivo City dan bersiaplah untuk melihat antrian yang mengular. Walaupun antrian mengular dan banyak sekali namun gak ada tuh acara dorong-dorongan seperti yang kerap terjadi di Jakarta. Mungkin juga karena masyarakatnya yang sudah terbiasa untuk menunggu dan armada yang ada juga sudah terukur kapan akan tiba.

Hanya beberapa menit, kami sudah sampai di Resort World Sentosa. Tujuan kami bukanlah Universal Studio Singapore (USS) tetapi S.E.A Aquarium.

Menurut saya, untuk dapat menikmati USS yang begitu besar dan tematik lebih baik nanti saja saat anak-anak sudah lebih besar dan dapat menikmati wahana yang tersedia di sana :)

Sebelum masuk ke S.E.A Aqurium, kami foto-foto dulu di depan USS :)








Kami tiba di RWSS dengan membawa koper dan tas ransel. Jangan kuatir apabila Anda tidak bepergian dengan anak, Anda dapat menyewa loker yang tersedia di USS maupun Adventure Cove dan pastikan memiliki uang kecil untuk transaksi di mesinnya. Sedangkan kalau Anda membawa anak, ada baiknya meninggalkan koper Anda di hotel, biasanya check in hotel di SG mulai jam dua siang.

Penjelasan tentang S.E.A Aquarium akan hadir di blog saya yang lainnya.



Darren terkagum-kagum dengan akuarium yang sangat besar, isinya ikan pari raksasa berenang atau malah terbang melayang di dalamnya :D


Saking besarnya, akuarium itu dijadikan lattar untuk pertunjukkan boneka tentang melestarikan laut, kreatif sekali! Bersenang-senang sambil mengedukasi :)

Lelah? Sudah pasti!

Saya pun saking lelahnya sudah tidak mampu lagi untuk narsis berfoto-foto tapi memori tentang negeri ini akan selalu melekat di dalam ingatan :)


Saya merasa seperti di dalam film Deep Blue Sea :D


I really loves the interior of S.E.A Aquarium!

Setelahnya kami menuju Dragon Court hotel untuk beristirahat dengan kapasitas enam orang dewasa namun tanpa sarapan. Anda sudah bisa menebak kan di mana kami menginap? Ya, kami menginap di China Town! Tempat yang ramai dengan tawaran souvenir khas SG :)

Saya menyempatkan makan malam di sebuah rumah makan yang menyajikan makanan khas cina dan berburu souvenir untuk teman-teman kantor.

Niat hati ingin menjelajah lebih banyak namun kaki sudah meronta kesakitan :p

Di penghujung hari, Darren bilang kalau dia senang dan dia ingin Indonesia juga bisa maju seperti Singapura :)

Ini juga yang merupakan misi saya memperkenalkan dunia luar bagi Darren agar tak menjadi katak dalam tempurung, agar mampu menghargai orang lain yang berbeda dan agar dia semakin mencintai Indonesia :)

Mission accomplished ;)

Thank you universe! Thank you Agnes!


I'll comeback soon, I promise you, SG!

Perincian biaya yang keluar selama di SG bisa dibaca di ..... (masih dalam persiapan)

Sabtu, 28 Juni 2014

Planning Abroad

Saya sudah merencanakan bahwa tahun 2014 ingin sekali membawa Darren ke negeri singa. Hal ini bukan tanpa perhitungan keuangan yang matang. Kebetulan ada pengembalian premi rawat inap yang belum pernah kami klaim selama lima tahun, setelah saya hitung.... nilainya cukup untuk keluarga kami liburan ke Singapura. Ditambah lagi ada tempat wisata baru di Resort World Sentosa yang bernama S.E.A Aquarium, aquarium air laut terbesar se-Asia Tenggara.

Awalnya saya ingin menghadiahkan perjalanan ke Singapura ini saat Darren genap berumur tujuh tahun pada bulan September nanti, maka saya belum mempersiapkan apa pun termasuk tiket mau pun penginapan. Jangankan membeli tiket, membayangkannya saja membuat saya tegang! Maklumlah, saya sama sekali belum pernah liburan ke luar negeri, ditambah lagi dengan membawa anak! Pengalaman pertama yang super duper menantang!

Saya mungkin tidak punya privilege untuk menjelajahi negeri orang sejak kecil, oleh sebab itu... saya ingin sekali Darren melihat negeri lain agar dia bisa makin mencintai negaranya sendiri.

Maret-April 2014, saya mulai mencari informasi tentang liburan hemat ke negeri singa dengan membawa keluarga. Awalnya adik ipar saya mengajak ke Thailand, namun menurut saya negeri gajah putih lebih cocok untuk berbelanja ketimbang berwisata. Atas pertimbangan itu, kami memutuskan berlibur ke S.E.A Aquarium Sentosa dan Legoland Johor.... mumpung saat Darren masih suka hiu :p

Pengalaman pertama  menyusun rencana liburan ke luar negeri memberikan saya banyak hal. Saya belajar untuk riset hal apa saja yang dapat memudahkan kami selama di negeri orang. Bisa dibilang perjalanan kali ini ada perjalanan adu nyali, perjalanan yang mengalahkan ketakutan diri sendiri, perjalanan yang setiap kali saya pikirkan membuat perut saya kram :D

This journey makes me challenged, and I am ready to take the risk!

S.E.A Aquarium and Legoland, here we come!

Rabu, 23 April 2014

Ayo Turun Tangan!

pic from Turun Tangan

Dua tahun belakangan ini, saya merasa kesal, jengkel dengan mereka yang katanya wakil rakyat tapi tertangkap tangan melakukan korupsi.

Sebal juga dengan pemimpin negara yang lebih sibuk mengurusi hal remeh temeh dibandingkan permasalahan negeri ini yang sudah carut marut.

Gemas? Tentu saja!

Tapi apakah serangkaian rasa di atas cukup untuk menyelesaikan semua permasalahan bangsa?

Banyak yang mampu berkeluh kesah namun sedikit yang berbuat termasuk saya!

Then I talk to myself, “Ayo bangun, berbuat… Ayo turun tangan!”

Dimulai dari sedikit lebih peduli dengan lingkungan sekitar, mau ambil bagian dalam menentukan nasib bangsa.

Sudah bukan waktunya lagi bagi saya maupun Anda yang mampu membaca tulisan ini untuk hanya memikirkan diri sendiri dan hanya bisa mengkritik tanpa memberikan solusi.

9 April 2014 Pemilu Legislatif yang lalu, sudahkah Anda memberikan suara melalui hak pilih Anda?

Saya sudah dan bersyukur caleg pilihan saya pun sudah melaju menuju Senayan.

Kini tiba saatnya saya dan Anda mencari tahu siapa capres 2014 yang mumpuni untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Jokowi memang telah terbukti mampu memimpin banyak hal di Solo maupun Jakarta dan saya sangat menghargai serta angkat jempol atas semua jerih lelah beliau mengelola Jakarta saat ini.

Diantara banyak pilihan, memang untuk saat ini pilihan terbaik adalah Jokowi.

Namun ada satu sosok yang juga patut diperhitungkan yaitu Anies Baswedan.

Semua tindakan nyata dan inovatif untuk bangsa sudah dilakukan Anies Baswedan jauh sebelum semua sempat memikirkan hal-hal yang diperbuatnya. Sebut saja Gerakan Indonesia Mengajar, Gerakan Indonesia Menyala, Kelas Inspirasi, Festival Gerakan Indonesia Mengajar dan yang terbaru, Ayo Turun Tangan! Beliau juga tergabung sebagai aktivis Gerakan Anti Korupsi, Tim 8 KPK, Ketua Komite Etik KPK. 

Rekam jejak yang bersih penting sebagai salah satu syarat menjadi presiden!

Gerakan Turun Tangan merupakan gagasan Anies Baswedan bahwa berpolitik tidak harus dibayar, berpolitik tidak harus kotor, berpolitik tidak harus dimodali bermilyar-milyar dari pihak-pihak yang punya kepentingan sehingga dia yang terpilih hanya perlu melunasi janji kemerdekaan yaitu janji perlindungan, kesejahteraan, pencerdasan dan peran global pada setiap anak bangsa sesuai Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD NKRI) 1945.


Ya, saya mendukung sepenuhnya Anies Baswedan bila nanti beliau lolos sebagai capres 2014 dari konvensi partai demokrat.

Awal mula saya tahu Anies Baswedan melalui Gerakan IndonesiaMengajar (GIM) yang mengajak teman-teman yang baru lulus kuliah untuk tinggal di pedalaman-pedalaman Indonesia, mengajar selama satu tahun tanpa bayaran!

Ini gila, tapi keren! Ini keren tapi gila! Mana ada fresh graduates yang mau ke pedalaman hanya  untuk tidak dibayar? Kebanyakan fresh graduates memilih langsung bekerja selepas menyelesaikan Strata satunya dengan menuntut gaji diatas UMP. Nyatanya Pengajar Muda di GIM sudah ada 413 orang selama kurun waktu tujuh tahun!

Anda memilih untuk turun tangan atau urun angan?

Pilihan Anda 9 Juli 2014 menentukan nasib anak cucu Anda!

@HoneyJT

Jumat, 18 April 2014

Dear Dinda- Seleb Path

Dear adik Dinda tersayang,

Saya memang tidak pernah kenal dengan Anda bahkan saya juga tidak memiliki akun di path.

Tapi berita tentang kebencian Anda meluas melalui media sosial.

Awalnya saya hanya bereaksi "Anak ingusan tahu apa tentang kehamilan, begitu teganya mengecam bahwa ibu hamil pemalas, maunya dingertiin terus, ga mau susah" dan lain sebagainya.

Ijinkan saya membeberkan beberapa hal agar menjadi pembelajaran bagi kita semua terutama generasi muda yang empatinya sudah mulai terkikis oleh jaman.

Anda bilang, "pliss dong berangkat pagi"
Apakah Anda tahu bahwa ibu hamil tersebut bangun lebih pagi daripada Anda untuk menyiapkan sarapan pagi bagi suaminya, anaknya, keluarganya?
Apakah Anda tahu bahwa ibu hamil tersebut bangun lebih pagi daripada Anda untuk mengurus suami yang akan berangkat bekerja mencari nafkah bagi keluarga serta mengurus anaknya yang sudah mulai masuk sekolah?
Apakah Anda melakukan segala aktivitas di atas seperti yang saya sebutkan?
Apakah Anda membantu ibu Anda saat anda bangun pagi atau langsung bergegas berangkat bekerja?
Kalau Anda hanya langsung berangkat ke kantor maka seharusnya anda malu kepada ibu hamil yang anda benci itu.
Apakah Anda tahu bahwa ibu hamil tersebut bangun lebih pagi daripada Anda karena dia tidak bisa tidur semalamam akibat perut yang sudah membesar, janin yang terus menendang tanpa henti, rasa panas yang membakar ulu hati?


Anda bilang, "dasar ga mau susah"
Kalau ibu hamil itu tidak mau susah, mungkinkah dia kereta api yang begitu sesaknya hanya untuk berangkat dan pulang bekerja membantu suami memenuhi nafkah keluarga?
Kalau ibu hamil itu tidak mau susah, mengapa dia tidak naik taksi saja sebagai alat transportasinya?
Tahukah adik Dinda tersayang bahwa manusia tidak dilahirkan sama seperti Anda yang kehidupannya sudah nyaman.

Anda bilang, "kalau ga mau susah, ga usah kerja bu di rumah ajaa"
Apakah Anda tahu apa motivasi dia bekerja?
Apakah salah bila seorang ibu hamil meneruskan untuk terus bekerja dan berkarya?
Mungkin bisa saja dia adalah seorang guru yang memiliki hati untuk mendidik anak-anak penerus bangsa ini.
Kalau itu pola pemikiran Anda bahwa menjadi seorang istri atau calon ibu harus menetap di rumah saja, sungguh sempit cara berpikir Anda.
Kami, yang sudah menjadi istri, pernah ataupun sedang hamil berhak memilih apa yang kami yakini dapat berdampak kepada masyarakat luas, salah satunya berkarya dan berdaya lewat pekerjaan dan profesi kami.

Anda bilang, "mentang-mentang hamil maunya dingertiin terus, tapi sendirinya ga mau usaha"
Adik Dinda tersayang, kami ibu yang pernah dan sedang hamil tidak pernah minta untuk dimengerti dan kalau pun Anda memilih untuk tidak memberikan tempat duduk kepada ibu hamil yang Anda temui apakah lantas ibu hamil itu marah-marah kepada Anda?
Saya rasa ibu hamil itu juga tidak keberatan kalau dia harus berdiri sampai tiba di stasiun yang dia tuju karena sudah seharian duduk di belakang meja.

Anda bilang, "kaki gue pincang-pincang gara-gara geser tulangnya"
Apakah Anda tahu bahwa ibu hamil juga bermasalah dengan membengkaknya kaki karena harus menahan beban diri sendiri dan janin terkasih yang kami kandung?

Saya hanya berharap segala umpatan serta sumpah serapah yang mungkin bisa menjadi doa bagi Anda  tidak terjadi atas Anda.

Kepada siapapun Anda yang membaca tulisan ini, mari ajari anak cucu kita rasa empati terhadap sesama manusia, tidak hanya kepada ibu hamil.

Terima kasih.

Seorang anak, istri dan ibu,
@HoneyJT



Kamis, 27 Februari 2014

STOP seeing myself as a VICTIM


Masih ingat dengan cerita gw di sini ?

Tanpa disadari kejadian itu membuat gw memposisikan diri gw sebagai "korban" selama hampir satu minggu lamanya.

Seolah-olah gak ada orang lain yang hidupnya semerana gw, jadi ibu rumah tangga juga jadi ibu yang bekerja!

"Hellooowww! Di luar sana banyak kali yang punya peran sama kayak loe!" batin gw berkata.

Beruntungnya gw dikelilingi orang-orang yang selalu memberikan dampak yang sangat baik bagi kehidupan pribadi dan juga karier, salah satunya career coach Rene Suhardono.

Lewat kolom #UltimateU-nya Rene selalu bisa membangunkan gw bahwa semua orang mengalami kendala yang sama dalam karier dan pekerjaan.

Persoalannya, langkah seperti apa yang mau diambil terkait karier dan pekerjaan?

Kalau gw ga suka dengan pekerjaan yang sekarang maka gw bisa memilih untuk meninggalkan organisasi di mana gw berkarya sekarang atau melakukan perubahan!

Hati menimbang, logika memperhitungkan untung rugi.

Suatu hari di awal tahun ini, saat ngobrol dengan tim kerja gw, gw menyadari bahwa mereka masih butuh untuk diayomi dan banyak hal yang bisa dilakukan agar mereka juga mengerti untuk apa dan siapa mereka ada di organisasi ini.

Agar juga mereka mengerti bahwa BEKERJA = BERKARYA DAN BERDAYA

Dan gw mau ambil bagian itu.

Sejak saat itu gw mengubah pola pikir, gw stop menjadikan diri gw korban!

Gw mulai mengucap syukur untuk semua hal yang terjadi di dalam hidup gw setiap harinya.

Gw menemukan satu metode lucu di twitter yang diberi tagar #3Gratitudes, selama dua puluh satu hari menuliskan rasa syukur untuk tiga hal yang terjadi setiap harinya.

Dan perlahan, situasi kantor berubah menjadi lebih baik, kondusif dan menyenangkan :)

Cobain deh!

@HoneyJT

Jumat, 17 Januari 2014

Should I STAY or Should I GO?

If you think what I'm thinking, the answer probably YES!


Kenapa blog ini mati suri selama tiga bulan?

Jawabannya karena muatan kerja yang banyak di kantor dan gw di rumah udah ga pake Asisten Rumah Tangga (ART) sama sekali!

Tiga bulan lalu itu GILA banget!

Emosi gw campur aduk, sedih, kecewa, sakit dan capek saat itu!

Semua berawal dari keputusan gw untuk gak memakai jasa ART karena peristiwa ini!

Gw pikir saat itu, "Bisalah gw mengatur waktu untuk ngerjain kerjaan domestik dan kantoran"

Ternyata......

Gw benar bahwa gw mampu mengerjakan pekerjaan domestik dan kantoran

Tapiiiii......

Gw udah ga punya waktu untuk MIKIR!

Begitu bangun tidur, gw otomatis langsung loncat dari tempat tidur dan ngerjain kerjaan domestik seperti nyapu pel, cuci dan setrika pakaian, ngurus Darren sebelum berangkat sekolah.

I feel like a ZOMBIE!

Sampai akhirnya gw melakukan kesalahan fatal di tempat kerja karena ya itu, gw udah ga bisa mikir, energi gw udah abis!

Ditambah lagi gw harus kudu wajib ngurus bank garansi yang menyebalkan.

Kenapa gw bilang menyebalkan? Karena permintaan pihak ketiga yang gak umum untuk sebuah bank garansi.

I do all the process for the sake of work and responsibility!

Yang menjengkelkan adalah pihak ketiga yang mengulur waktu selama berbulan-bulan kemudian minta bank garansi itu sehari jadi sesuai dengan maunya dia.

Dia kata yang punya bank itu moyang gw, bisa seenaknya nyuruh-nyuruh orang buat keluaran itu surat sekarang juga? Ada yang namanya Standard of Procedur, maliiiih!

Yang bikin jengkel, cuti gw pas Natal 27 Desember 2013 untuk kumpul dengan om yang pulang jauh-jauh dari San Diego dibatalkan!

DIBATALKAN! padahal bank garansi itu baru selesai 31 Desember 2013...... -_-"

Kejadian ini bikin kecewa anak gw, Darren udah pasti!

*Mama owe you our time* :(

Ajaibnya, di saat  mau menunaikan ibadah kebaktian malam Natal, gw disuruh untuk tinggal di kantor sampai malam hanya untuk bank garansi itu, padahal karyawan bank yang ngerjain juga udah pada pulang kantor karena sebagian besar merayakan Natal!

Anehnya lagi, si mister mengucapkan "Selamat Natal" sambil jalan pulang setelah dia nyuruh gw untuk tinggal di kantor.....

WTF!

Sumpaaaah, gw ga ngerti apa yang ada di pikiran dia..... saat itu juga gw memutuskan untuk berhenti kerja.

Di perusahaan tempat gw kerja sekarang masih menganggap karyawan sebagai RESOURCE bukan sebagai SOURCE

Terbukti dengan berhentinya salah satu teman kantor yang kebetulan dibawah departemen gw, ya itu karena organisasi gak memanusiakan manusia.

Yes, I want to resign in 2014!

So, Should I STAY or Should I Go?